Tol Subang-Patimban : Surya Semesta Susun Studi Kelayakan

28/02/2017

Tidak berkategori

 JAKARTA—PT Surya Semesta Internusa Tbk tengah melakukan studi kelayakan tol Subang – Patimban sepanjang 38 kilometer untuk diusulkan kepada pemerintah. 

Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa Erlin Budiman menyatakan, pembangunan jalan tol itu akan menjadi akses Pelabuhan Patimban menuju kawasan industri yang tengah dikembangkan perseroan di Subang.

Rencananya, perseroan mulai membangun kebutuhan infrastruktur penunjang kawasan industri di Subang mulai 2018 dengan estimasi kebutuhan dana awal mencapai Rp800 miliar untuk berbagai infrastruktur, seperti pembangkit listrik, pengolahan air bersih, dan jalan akses. 

“Saat ini ada opportunity Subang-Patimban. Tanahnya nanti sebagian pakai punya kita. Mungkin akan ajak SOE [BUMN]. Ini masih feasibility study dulu” ujarnya, Senin (27/01)

Dia menyatakan, saat ini perseroan telah mengantongi izin lokasi pengembangan kawasan industri di Subang seluas 2.000 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 550 hektare telah berhasil diakuisisi, dan pihaknya berniat mengakuisisi tambahan lahan seluas 500 hektare tahun ini. 

Setelah menjual tol Cipali kepada Astratel, dia menyatakan SSIA terbuka untuk ekspansi ke proyek tol. Namun, dia menyatakan belum melihat peluang yang menjanjikan tahun ini, anggaran belanja perseroan tahun ini senilai Rp1,5 triliun lebih banyak dialokasikan untuk properti, pengembangan perhotelan, perkantoran, konstruksi, dan kawasan industri. 

“Tahun ini kita belum melihat ada project tollroad yang prospektif. Tahun depan baru kita siapkan untuk infrastruktur,” ujarnya. 

Sekedar catatan, pada 2016 SSIA melalui anak usahanya, PT Nusa Raya Cipta Tbk sempat membidik proyek tol Batang—Semarang, dengan membentuk konsorsium bersama perusahaan swasta lainnya yaitu Plus Expresswat International Bhd, dan PT Saratoga Investama Sedaya. Kedua perusahaan ini merupakan mitra perseroan saat masih menggenggam konsesi tol Cipali. 

Meski tidak berhasil memenangkan pelelangan tol Semarang- Batang, dia menyatakan SSIA masih tertarik kepada bisnis proyek tol. Apalagi jika tol tersebut bersinergi dengan kawasan industri yang dikembangkan. 

“Untuk tollroad susah berkompetisi dengan BUMN. Makanya untuk mengusulkan tol Subang-Patimban ini kita mau ajak BUMN,”ujarnya 

Adapun dari penjualan sahamnya di tol Cipali kepada Astratel, ujarnya, SSIA mengantongi dana Rp2,3 triliun, dengan laba bersih setelah dipotong pajak sekitar Rp1,9 triliun. Adapun transaksi pembayaran untuk proses akuisisi ini dilakukan secara bertahap, yakni 15% pada tahun ini dan sisanya sebesar 85% pada tahun depan. 

Sebelumnya Presiden Direktur Surya Internusa, Johannes Suriadjaja  mengatakan perseroan tengah melakukan penjajakan dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk membentuk konsorsium yang akan memprakarsai proyek tersebut.

Dalam proses tender, inisiator atau pemrakarsa bakal mendapat hak istimewa, yakni hak menyamakan harga atau right to match dengan penawar terendah.  Hak ini membuat peluang memenangkan lelang sangat besar.

Menurut Johannes, saat ini perseroan masih menghitung biaya investasi yang bakal dibutuhkan untuk membangun jalan tol sepanjang 38 km itu. Bila semua berjalan sesuai harapan, pembangunan jalan tol bakal dimulai pada 2018.