Ternyata Inilah Penyebab Longsor di Cipularang

18/02/2020

PUPR Agenda

Bandung Barat – Daerah sekitar Tol Cipularang terjadi longsor, musibah ini terjadi di samping kanan dan kiri jalan tol Cipularang. Apa yang menjadi penyebabnya?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, di pinggir jalur A tol Cipularang alias jalur menuju Bandung dari Jakarta terdapat saluran irigasi alami yang tidak di-lining alias tidak dilapisi. Alhasil, air merembes melewati tanah bagian bawah jalan tol, sehingga menyebabkan longsor terjadi pada dua tebing di pinggir jalan tol, baik di tebing pinggir jalur A maupun di tebing pinggir jalur B alias jalur menuju Jakarta dari Bandung.

"Ternyata di sana (pinggir jalur A) menurut informasi ada saluran irigasi yang tidak di-lining. Jadi saluran irigasi tanah biasa. Sehingga itu dia airnya infiltrasi ke dalam tanah," ujar Basuki di lokasi longsor jalur B Tol Cipularang, Jawa Barat, (17/2/2020).

"Nah dia jenuh jenuh jenuh terus, sehingga longsor di antara dua tebing," jelasnya.

Menteri Basuki meminta untuk respond dan penanganan cepat dari Jasa Marga selaku operator tol Cipularang. Beliau meminta agar saluran irigasi di pinggir jalur A diberikan lining agar air tidak merembes ke dalam tanah.

Basuki mengatakan bahwa ia minta tangani untuk membuat lining irigasinya. Jadi irigasi ini harus diamankan supaya nggak ada rembesan air pada sore hari itu juga.

lanjutnya, untuk jalur B yang longsornya cukup dekat dengan badan jalan, Basuki meminta agar tebing pinggir jalur B diperkuat. dengan membuat terasering. Bisa menggunakan sheet pile alias beton atau menggunakan bronjong alias batu-batuan besar.

"Nanti penanganannya penguatan tebingnya dengan terasering. Apakah dengan sheet pile atau bronjong kemudian dibikin terasering juga sebagai penahan tebing ini," ujar Basuki.

Sumber: sispro.co.id