Ruas Mudik 2017 Ditambah

25/04/2017

Tidak berkategori

Jakarta - Jalur mudik yang melintasi Pulau Jawa akan bertambah pada tahun ini. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, tiga ruas jalan tol yang menghubungkan Jakarta dan Semarang bisa fungsional dilalui pemudik selama musim mudik Lebaran 2017 yang jatuh pada bulan Juni. 

Ketiga ruas jalan tol tersebut yakni tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol, yakni PT Jasa Marga, PT Waskita dan PT Sumber Mitra Jaya sepakat untuk menjaga ritme pekerjaan dan bisa selesai tepat waktu. Pengoperasian ketiga ruas tol ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan arus mudik Lebaran 2017. 

"Kunjungan kali ini ada dua tujuannya, yaitu memastikan Jalan Tol Trans Jawa Jakarta menuju Surabaya sepanjang 650 kilometer ditargetkan selesai 2018. Kedua, adalah untuk meyakinkan mudik 2017 akan bisa tembus tidak hanya sampai ke Pemalang, tapi bisa sampai ke Ngaliyan, Semarang. Walaupun fungsional namun sudah dilapisi beton," kata Basuki dalam keterangannya, Ahad (8/1). 

Dengan fungsionalnya Jalan Tol Trans Jawa sampai Semarang, alternatif untuk rekayasa lalu lintas semakin banyak. Alhasil, arus lalu lintas terpecah dan tidak lagi hanya terfokus di Brebes Timur seperti tahun lalu. 

Basuki mengatakan, saat ini progress konstruksi pembangunan ruas jalan tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV sudah mencapai 57,25 persen. Sedangkan proses pembebasan lahannya sudah hampir rampung, yakni 98 persen. Meski ditargetkan rampung keseluruhan pada Desember 2017, namun diharapkan secara fungsional dapat dilalui pada arus mudik tahun ini. 

Jalan tol Pejagan-Pemalang memiliki panjang 57,5 km dan terdiri dari empat seksi. Untuk seksi I dan II hingga keluar Brebes Timur telah dioperasikan pada Juni 2016 lalu.  Sementara itu, untuk ruas Tol Pemalang-Batang memiliki panjang 39 km. Meskipun ditargetkan beroperasi Desember 2018, Basuki berharap ruas tol tersebut dapat fungsional pada musim mudik 2017.

"Jalan Tol Pemalang-Batang memiliki total panjang 39 km, ada beberapa kilometer yang kualitas tanahnya sulit, istilahnya soft soil, sehingga perlu treatment dan tadi sudah disepakati dilakukan dengan metode vacuum," ujar Basuki.

Basuki menambahkan, pada akhir Januari ini, penanganan vacuum tersebut akan diperiksa kembali perkembangannya apakah bisa selesai atau tidak. Apabila tidak selesai, akan dicari solusi lainnya, sehingga saat musim mudik 2017 tetap dapat berfungsi. 

Saat ini, progres konstruksi ruas tol Pemalang-Batang mencapai 6,63 persen, dan pembebasan lahan telah mencapai 80,80 persen. Sedangkan ruas tol Batang-Semarang yang telah di-groundbreaking pada April 2016, Basuki mengatakan, dari hasil peninjauan menunjukkan beberapa lokasi sudah dapat dilalui. 

Sehingga, meski ditargetkan baru akan beroperasi pada Desember 2018, namun pada arus mudik tahun ini sudah fungsional dan dapat dilalui pemudik.  Ruas yang memiliki panjang 75 km tersebut, terdiri dari lima seksi. Progres konstruksinya telah mencapai 10,95 persen dan pembebasan lahan mencapai 65,15 persen.

Pembangunan ruas Jalan Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang mencapai Rp 15,85 triliun. Jalan tol ini bakal melengkapi jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang sedikit demi sedikit mulai tersambung. 

Presiden mengatakan, Jalan Tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang yang sudah direncanakan sejak 20 tahun lalu sempat berhenti selama 10 tahun. Ini diakibatkan permasalahan lahan dan harga tanah. 

Dari data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR per Oktober 2016, diketahui total panjang Jalan Tol Trans Jawa mencapai 1.187 km, yang terbagi dalam 18 ruas jalan tol. Sepanjang 516 km telah beroperasi hingga saat ini. Dari angka tersebut, sepanjang 136,95 km diselesaikan di era Presiden Joko Widodo yang baru berjalan dua tahun.

Presiden berharap, Jalan Trans Jawa dapat diselesaikan 2019 mendatang. Presiden berjanji akan mengakomodasi keinginan masyarakat terkait akses jalan pintas underpass maupun overpass.      rep: Intan Pratiwi/antara, ed: Citra Listya Rini