Recovery BUMD Jabar, PT Migas Hulu Jabar Siap Garap Jasa Konstruksi Infrastruktur

Bandung – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak langsung kepada masyarakat luas, namun juga berdampak pada para pelaku usaha maupun badan usaha di berbagai daerah. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Migas Hulu Jabar menyampaikan rencananya untuk dapat mulai menggarap bisnis diluar dari usaha pengelolaan participating interest (PI) Blok Offshore North West Java (ONWJ), yakni jasa konstruksi infrastruktur energi dan ketenagalistrikan.

Dalam Webinar yang bertema “Siasat Recovery BUMD Jawa Barat di Era AKB” yang diselenggarakan oleh PWI Jawa Barat Pokja Gedung Sate pada Senin (27/7) kemarin. Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar Begin Troys menyampaikan pihaknya telah bersiap untuk melakukan recovery dengan menggarap bisnis jasa konstruksi infrastruktur.

"Kami berencana menggarap jasa konstruktri infrastruktur energi dan ketenagalistrikan. Jadi kalau selama ini MUJ dibilang hanya nunggu PI saja, bisa terbantahkan dengan proyek-proyek baru kami," kata Begin Troys.

Ia juga menambahkan, saat ini pihaknya sudah merancang bisnis baru diluar dari PI 10% sesuai dengan permintaan dari pemegang saham agar dapat bersinergi dengan BUMD lainnya di bawah Pemprov Jawa Barat. Begin menyebutkan kerjasama tersebut telah dilakukan dengan PT Bandarudara International Jawa Barat (BIJB), Agronesia, serta Timah Gemah Ripah.

Sementara itu, Direktur PT Bandarudara International Jawa Barat (BIJB), Salahudin Rafi menyampaikan pengembangan dan pengelolaan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka sempat terpengaruh dengan adanya Pandemi Covid-19.

"Kalau pandemi ini selesai, kami juga harus siap kembali aktif. Kalau kuliah sudah dibuka, mahasiswa dari se-Indonesia akan ke Jabar lagi, yang punya banyak universitas. Apalagi kalau 45 menit dari Bandung ke Kertajati lewat Tol Cisumdawu sudah bisa,"jelasya

Kepala Biro BUMD dan Investasi Provinsi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menyampaikan segala sektor yang berperan aktif dalam pemulihan ekonomi di Jabar maka perlu mencari dan menganalisa kemungkinan bisnis yang dapat dikembangkan guna menunjang pembangunan serta perkembangan sektor ekonomi daerah.

"Selain untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah dan memberikan kebermanfaatan, kami memberikan keleluasaan, silakan berikan relaksasi pemulihan BUMD. Dimohon juga, berapa pun, berikan deviden. Saya siap untuk menagih,"jelasnya

Ia juga berharap BUMD Provinsi Jawa Barat tidak terlalu lama dalam melakukan Refocusing dan Regrowing dalam mencapai program selama masa Pandemi Covid-19.

Sumber: sispro.co.id