PLTGU Jawa-3 Bakal Digarap Anak Usaha PLN

04/05/2017

Tidak berkategori

Jakarta - PT PLN (Persero) akan menyerahkan pengerjaan Proyek PLTGU Jawa-3 berkapasitas 1x880 megawatt (MW) di Gresik, Jawa Timur kepada salah satu anak usahanya. Nantinya, lelang yang dilakukan yakni untuk mencari mitra bagi anak usaha PLN.

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santosa mengatakan, pengembangan Proyek PLTGU Jawa-3 tetap sesuai rencana semula yakni dengan skema produsen listrik swasta (independent power producer/IPP). Hanya saja, perusahaan swasta yang ingin mengerjakan proyek ini, harus menjadi mitra dari salah satu anak usaha.

“Karena pembangkitnya peaker dan followers, kami akan gunakan anak perusahaan. Nanti tinggal lelang partner oleh anak usaha,” kata dia di Jakarta, Rabu (3/5).

Dia menjelaskan, proyek ini tidak jadi dilepas ke swasta lantaran khawatir menjadi masalah dengan fungsinya sebagai pemikul beban ikutan (follower) atau beban puncak (peaker). Pasalnya, mengikuti fungsinya, bakal ada masa standby bagi pembangkit yang direncanakan berlokasi di Jawa Timur ini.

“Karena pembangkitnya kan peaker, nanti kalau dilepas begitu saja, nanti misalkan standby, kami masalah. Kalau sama anak perusahaan kan tidak jadi masalah,” ujar Iwan.

Iwan mengakui, sulit menjadikan pembangkit listrik berbahan bakar gas sebagai pemikul beban dasar (base load). Hal ini mengingat harga gas 2,5 kali lebih mahal jika dibandingkan dengan batubara. Selama ini PLN menggunakan PLTU yang berbahan bakar batubara sebagai pemikul beban dasar. “Kalau (PLTGU) dibuat base load sama saja membuat listrik mahal. Jadi dibuat follower saja, dibuat beban seminimal mungkin,” tuturnya.

PLN, lanjutnya, belum menetapkan siapa anak perusahaan yang bakal menggarap PLTGU berkapasitas 1x800 megawatt (MW) ini. Namun mengingat lokasi pembangkit ini di Gresik yang berdekatan dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), maka PJB yang kemungkinan akan ditugasi mengerjakan proyek ini.

Sebelumnya, PLN menyatakan lelang untuk PLTGU Jawa-3 ini akan digelar pada tengah tahun ini. Dengan masa konstruksi sekitar 1,5-2 tahun, pembangkit listrik ini ditargetkan dapat beroperasi sebelum 2019. (ayu)