Pembangunan Pusat Penyimpanan Data Jalan Terintegrasi Diinisiasi

22/01/2017

Tidak berkategori

JAKARTA – Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menginisiasi proses pembangunan dan pengembangan Pusat Penyimpanan Data Jalan Terintegrasi (Integration Road Data Center Operation/IRODCO).

Kota Bandung menjadi lokasi pilot project IRODCO ini bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Polri dan pemerintah daerah.

Kepala Balitbang Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga mengingatkan setelah IRODCO terbangun, pengelolaannya harus diperhatikan. Pusjatan harus segera menyiapkan sumber daya manusia yang andal sehingga pengelolaan IRODCO terus berlangsung.

“Kegiatan  capacity building yang relevan dengan pengelolaan Pusat Data Terintegrasi IRODCO harus ditingkatkan,” katanya seperti yang dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (21/1/2017).

IRODCO sendiri merupakan sistem penyimpanan basis data jalan yang terintegrasi dalam sebuah pusat penyimpanan (data center). Pendanaanya melalui program hibah dari Korea International Cooperation Agency  (KOICA).

Kepala Pusjatan Hery Vaza mengatakan melalui bantuan para tenaga ahli dan didukung perangkat teknologi informasi terbaru dari Korea, IRODCO membuat simulasi sistem satu data base data jalan di Kota Bandung yang bekerja sama dengan dinas terkait di Pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat.

“Setelah menyelesaikan penyusunan Master Plan  pada 2015, selanjutnya mulai 2016 hingga awal 2017 merupakan fase krusial dari rangkaian proyek IRODCO yaitu pelaksanaan pilot project dengan mengambil lokasi di Kota Bandung,” kata Herry.

Nantinya data jalan kota Bandung dikumpulkan di Pusjatan untuk dapat dibagi kembali kepada institusi Pemda di Tingkat Provinsi Jawa Barat, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri. Apabila pilot project IRODCO di Bandung berhasil, akan dilanjutkan implementasi IRODCO skala nasional.

“Data jalan dari berbagai institusi penyelenggara jalan nantinya dapat disimpan, diolah dan dikelola untuk dijadikan informasi dengan nilai tambah di dalamnya,” ujar Kepala Pusjatan Kementerian PUPR Herry Vaza.

Direktur Jenderal Asia, Departemen I KOICA Nam Kwonhyoung mengatakan Indonesia merupakan negara pertama yang memperoleh bantuan pembangunan pusat data jalan terintegrasi. Ke depan, setelah pembangunan Pusat Data Terintegrasi IRODCO rampung, pemerintah Indonesia dapat memelihara dan mengembangkan dengan baik.

Presiden Korea Transport Institute (KOTI) Chang Woon Lee mengatakan pembangunan IRODCO yang menyediakan data base infrastruktur jalan yang terintegrasi dapat mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia. Dengan demikian, tambah Chang, pembangunan ekonomi dapat berjalan lebih cepat.

“Pusat Data Terintegrasi merupakan bagian dari e-government yang membuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah semakin meningkat sehingga dapat berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tutur  Chang Woon Lee. 

IRODCO mengadopsi teknologi basis data jalan dan jembatan yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun di Korea Selatan. Para ahli dari KOICA dan KOTI akan mendukung pelaksanaan kegiatan IRODCO berdasarkan pengalaman mereka dalam implementasi teknologi basis data di negaranya.