Pembangunan Infrastruktur Sulawesi Jadi Salah Satu Asean Highways

20/04/2016

Tidak berkategori

Jakarta -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perhubungan telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pembangunan ASEAN Highways atau jaringan jalan beberapa negara yang berada di kawasan Asia Tenggara

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Hermanto Dardak mengatakan salah satu bagian dari ASEAN Highways tersebut adalah pembangunan infrastruktur di Pulau Sulawesi.

Menurutnya Sulawesi menjadi kawasan strategis yang dilewati oleh Belt and Road Initiative yang merupakan prinsip, kerangka, dan prioritas kerja sama yang mencakup di jalur Sutra yaitu melalui Asia Tengah, Asia Barat, Timur Tengah, dan Eropa.

Program yang dikembangkan oleh China tersebut ujarnya dapat memberikan peluang besar bagi Provinsi di Sulawesi dalam meningkatkan daya saingnya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selain itu, ia menyampaikan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan di Sulawesi seperti penanganan kawasan perbatasan dan program pembangunan infrastruktur dapat mendukung rencana pembangunan tol laut 2017.

Dukungan juga diberikan Kementerian PUPR terhadap pembangunan bandar udara, Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Perkeretaapian, Kawasan Industri (KI), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dan Kota Terpadu Mandiri (KTM).

"Pemerintah saat ini sedang mengoptimalkan peningkatan konektivitas melalui pembangunan jalan ekspres atau jalan tol. Salah satunya jalan tol Manado-Bitung yang berada di Sulawesi Utara. Pembangunan tersebut perlu dukungan berbagai pihak agar ada konektivitas antar wilayah di seluruh Sulawesi," tutur Dardak menurut keterangan resminya Selasa (19/4/2016)

Hermanto melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung tol laut di Indonesia, khususnya Sulawesi menggunakan konsep ships follow the trade yang berarti bahwa transportasi mengikuti perkembangan maupun kemajuan aktivitas perdagangan masyarakat sekitarnya. Dengan begitu perkembangan suatu daerah tergantung pada perkembangan aktivitas atau kegiatan perdagangan, bisnis dari suatu negara atau masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Dardak, pembangunan saat ini membentuk pusat wilayah dari berbagai wilayah disekitarnya, atau disebut juga dengan polisentris. Sebagai contoh, Kota Parepare di Sulawesi Selatan akan dikembangkan dan dihubungkan dengan jalur kereta api.

"PUPR akan mendukung dari segi infrastruktur berupa jalan nasional di sekitar jalur kereta api itu," katanya.