MRT Fase 1 Masuki Tahap Akhir Pembangunan

05/10/2018

Proyek MRT

Jakarta – Pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ditargetkan pada Maret 2019 nanti nampaknya dapat terealisasikan, hal ini dikarenakan untuk tahap pembangunan nya sendiri sudah mencapai 96,5%. Hal yang masih dikerjakan saat ini adalah Stasiun MRT.

Direktur Operasional dan Maintenance PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono meyampaikan untuk pembangunan rel dan jaringan listrik telah terpasang, selain itu untuk rangkaian kereta yang akan digunakan untuk MRT Jakarta masih dilakukan pemeriksaan komponen dan pengetesan kelancaran operasi. Nantinya untuk rangkaian kereta MRT akan kembali datang 3 trainset di akhir Oktober 2018.

“Sekarang ini sudah ada delapan trainset, targetnya di bulan ini akan datang lagi pertengahan. Ini yang datang nanti tiga trainset,” jelas Agung.

Rangkaian kereta MRT secara keseluruhan berjumlah 16 trainset, namun masih ada 14 trainset yang saat ini masih proses perakitan di Jepang, dan rencananya seluruh rangkaian tersebut akan tiba di Jakarta pada November 2018 nanti.

Sementara itu, PT MRT Jakarta yang direncanakan beroperasi Maret 2019 nanti ditargetkan dapat menggaet sampai 170.000 penumpang per hari nya. MRT fase 1 yang menghubungkan Lebak Bulus – Bundara HI ini nantinya akan menjadi alternatif transportasi umum yang akan mengurangi dampak kemacetan di Jakarta.

“Kami berharap begitu beroperasi dapat memuat 130.000 sampai 170.000 penumpang perhari nya,” kata Agung.

Sementara itu untuk tarif yang akan diberlakukan PT MRT Jakarta, Agung menyampaikan pihaknya sudah mengkaji terhadap tarif dengan panjang lintasan sepanjang 16 km dengan tarif Rp 13.000,- untuk jarak terjauh, yaitu Stasiun Lebak Bulus – Bundaran HI.

“Untuk tarif sudah dilakukan kajian, dan sudah studi. Dan sudah sampaikan usulannya ke Pemerintah,” jelas Agung

Rincian tarif tersebut adalah untuk harga per 10 km pertama mencapai Rp 8.500,- kemudian ditambah Rp 700,- untuk per km setelahnya. Dengan perkiraan tersebut, Agung menyebutkan rute terjauh hanya akan terkena tarif sebesar Rp 13.000,- serta harga tersebut sudah mendapat subsidi pemerintah Provinsi DKI Jakarta.