Awal Tahun 2021 Waskita Karya Bakal Lepas 11 Ruas Tol, Targetkan Peroleh Rp 31 T

30/12/2020

Jalan Tol

Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. tengah mempersiapkan divestasi pada 11 ruas tol yang dimilikinya, hal tersebut sebagaimana seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk., Destiawan Soewardjono.

Ia menjelaskan dari total 11 ruas tol yang akan divestasi, potensi dana yang akan didapat oleh perseroan mencapai Rp 31 triliun dengan begitu dana tersebut akan digunakan untuk mengurangi beban keuangan perusahaan pada tahun 2021 mendatang.

Hal tersebut dikarenakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., telah melalui batas kemampuan perusahaan untuk melakukan penjaminan utang (gearing ratio) yang telah hampir mencapai batas maksimal sedangkan kebutuhan pendanaan perusahaan masih terbilang besar.

"Program yang kami lakukan dan disiapkan untuk divestasi proyek tol, ruas-ruas tol yang kami miliki yaitu yang mayoritas maupun yang minoritas kurang lebih 11 ruas. Itu potensinya bisa mencapai Rp 31 triliun dan mudah-mudahan bisa terealisir di 2021,"jelas Destiawan

Dengan kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat, perusahaan akan mengalami deficit arus kas hingga periode break even point (BEP) alias balik modal.

"Sehingga ini akan menjadi beban berat yang kami hadapi atau investor jalan tol yang lain. Begitu proyek beroperasi maka beban keuangan yang tidak dapat dikapitalisasi sehingga akan membebani kinerja perusahaan,"jelasnya

Adapun ruas tol yang akan divestasi meliputi, Tol Cimanggis-Cibitung (25,4 km) senilai Rp 3,5-4,5 triliun. Tol Cibitung-Cilincing (34 km) senilai Rp 1-2 triliun, Tol Ciawi-Sukabumi (54 km) senilai Rp 5-6 triliun, Tol Depok-Antasari (27 km) senilai Rp 0,5-1 triliun, Tol Cinere-Serpong (10,1 km) senilai Rp 1-2 triliun, Tol Kanci-Pejagan (35 km) senilai Rp 0,5-1 triliun, Tol Pejagan-Pemalang (57,5 km) senilai Rp 2-3 triliun, Tol Pemalang-Batang (39,2 km) senilai Rp 2-3 triliun, Tol Batang-Semarang (75 km) senilai Rp 5-6 triliun.

Selanjutnya Tol Pasuruan-Probolinggo (44 km) senilai Rp 0,5-1,5 triliun, Tol Krian-Legundi-Bunder (38 km) senilai Rp 4,5-5,5 triliun. Adapun divestasi jalan tol ini akan dilakukan melalui Indonesia Investment Authority (INA) yang merupakan dana abadi negara atau sovereign wealth fund (SWF) yang akan dibentuk oleh pemerintah.

Sumber: sispro.co.id