Tol Pekanbaru-Bukittinggi Masuk Proyek Strategis Nasional

12/02/2017

Tidak berkategori

PEKANBARU - Kementerian Pekerjaan Umum memasukkan Pembangunan Tol Trans Sumatra Pekanbaru-Bukittinggi dalam Proyek Strategis Nasional sesuai yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Masperi mengatakan proyek pembangunan tersebut akan dibangun sepanjamg 185 km. Tol tersebut memiliki beberapa ruas yang menghubungkan Pekanbaru, Bangkinang, Payakumbuh dan Bukittinggi.

"Pembangunan tol tersebut masuk dalam tambahan daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional," katanya, Jumat (10/2/2017).

Pembangunan proyek ini menelan biaya Rp28,72 triliun. Untuk pembiayaan proyek tersebut, Kementerian Pekerjaam Umum akan mengajukan pinjaman dana dari Asian Infrastructure Investment Bank dari Tiongkok.

Karena masuk dalam PSN maka dalam pelaksanaannya nantinya akan mendapat prioritas dalam penganggaran serta mendapatkan jaminan ataupun dana talangan seperti talangan lahan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dalam proyek tol, sehingga pembangunan pun akan lebih pasti.

Saat ini, ada 17 proyek pembangunan tol yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional dengan total biaya investasi mencapai Rp 232,06 triliun untuk panjang 1.533,1 km. Proyek tersebut antara lain:

1. Pasuruan - Probolinggo 31,3 km (Rp 3,55 triliun)
2. Probolinggo - Banyuwangi 170,36 km (Rp 18,4 triliun)
3. Krian-Legundi-Bunder-Manyar 39 km (Rp 7 triliun)
4. Jakarta - Cikampek II (elevated) 36,4 km (Rp 14,13 triliun)
5. Jakarta - Cikampek II sisi selatan (Jatiasih-Cipularang-Sadang) 64 km (Rp 17,77 triliun)
6. Yogyakarta - Solo 40,49 km (Rp 2,33 triliun)
7. Semarang - Demak 23,99 km (Rp 2,96 triliun)
8. Sukabumi - Ciranjang - Padalarang 61 km (Rp 5,03 triliun)
9. Sigli - Banda Aceh 75 km (Rp 12,94 triliun)
10. Binjai - Langsa 110 km (Rp 18,82 triliun)
11. Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat - Tarutung - Sibolga 200 km (Rp 19,77 triliun)
12. Bukit Tinggi - Padang Ginjang - Lubuk Alung - Padang 55 km (Rp 7,87 triliun)
13. Rantau Prapat - Kisaran 100 km (Rp 17,13 triliun)
14. Langsa - Lhokseumawe 135 km (Rp 21,76 triliun)
15. Lhokseumawe - Sigli 135 km (Rp 21,78 triliun)
16. Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukit Tinggi 185 km (Rp 28,72 triliun)
17. Yogyakarta - Bawen 71,56 km (Rp 12,1 triliun).