Saham Konstruksi, Properti dan Tambang Banyak Diminati Anak Muda Jambi

02/11/2016

Tidak berkategori

Jakarta - Investor muda di Jambi mulai bertambah jumlahnya. Banyak dari mereka memilih bermain saham di bidang konstruksi, properti dan tambang. 

Ilham sendiri selaku mahasiswa Unbari saat ini sedang tertarik berinvestasi di bidang konstruksi.

“Karena sekarang konstruksi ‘kan sedang naik-naiknyo karena sedang banyak pembangunan,” ungkapnya, pada Senin (31/10).

“Jadi prospeknya kelihatan bagus untuk sekarang,” tambahnya.

Ilham mengatakan ada beberapa bidang menarik seperti pertambangan dan konstruksi.

“Kalau kayak kemarin pernah belI Antam itu pernah jugo dio hargonyo naik jauh, Cuma sekarang bertahan jalan di tempat ,” ungkapnya.

Meski pun begitu kawan-kawannya banyak pula yang sUka investasi di bidang konstruksi. “Cuma saya belinyo dak satu perusahaan. Kadang beli duo tapi Cuma satu lot-satu lot.” Katanya.

Agung sendiri banyak bermain saham di perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang properti dan pertambangan.  Dia mengatakan selain karena dia bermainnya menjadi trader atau jual beli jangka pendek dia juga mempertimbangkan masa-masa kritis usaha pertambangan.

“Pertama pertambangan sekarang sudah mulai melewati masa-masa siklus kritis ekonomi. Sekarang sudah mulai beranjak naik, disitu ada pengaruh isu-isu global yang memperngaruhi harga saham,” katanya, pada Senin (31/10)

Kalau properti, Agung mengatakan dapat dipantau dengan melihat suku bunga atau BI rate. Saat BI rate berubah, kata Agung maka harga saham pun berubah.

“Seperti sekarang BI Rate ada di angka 4,75 maka harga saham pun ikut bergerak,” katanya. 

Dia menggunakan pertimbangan dari analisa-analisa dan hitungan tertentu. Seperti analisis teknikal yang menggunakan statistika ekonometrika dalam bentuk grafik, fundamental dan melihat berita-berita sahamnya.

“Itu semua bisa di dapat melalui berita dan melalui alikasi di smartphone. Yang nggak bisa didapat itu insting. Itu perlu dilatih,” ungkapnya.

Dia mengatakan banyak kawan-kawannya sesama mahasiswa membeli saham di bidang properti. Hal tersebut kata Agung terkait harga sahamnya yang terjangkau.

Terkait untung atau rugi sempat pula dialami Agung. “Untung pernah sampai 50 persen. Kerugian yang paling banyak pernah sampai 15 hingga 20 persen,” ungkapnya.

“Yang terpenting itu juga mentalitas,” katanya.

Sugeng sendiri yang merupakan mahasiswa Unbari mengatakan belum menggunakan rekeningnya. Hanya saja dia melihat banyak kawan-kawannya yang investasi di bidang tambang dan konstruksi.

“Karena kalau tambang itu fluktuatif. Jadi banyak juga yang trading untuk mencari selisih naik turun harga dan pendapatannya lebih besar,” ungkapnya.