Pusat Bisnis di Kawasan Timur Indonesia Kian Berkembang

07/03/2017

Tidak berkategori

Jakarta - Upaya pemerintah membangun Kawasan Timur Indonesia cukup mendapatkan perhatian dari pengembang properti.  Salah satunya adalah pembangunan Sudirman Central Business District (SCBD) Borneo Bay City di Balikpapan yang terletak dipinggir pantai Teluk Balikpapan.

CEO SCBD Borneo Bay City Paul Christian mengatakan, kawasan perdagangan di Plaza Balikpapan yang selama ini telah dikenal sebagai pusat perdagangan grosir terbesar di Kalimantan Timur akan menjadi pusat bisnis, hunian, dan perdagangan modern terbesar di kawasan Indonesia timur.  

Genjot Efisiensi Perusahaan dengan Penerapan Teknologi Digital Rencana ini akan ditopang dengan pembangunan tiga shopping mall, apartemen mewah, gedung perkantoran, pusat wisata pantai pusat kuliner, dan hotel bintang lima pertama di Balikpapan.

"Rencana ini membuat kota Balikpapan semakin cepat bertransformasi menjadi kota metropolitan baru, penggerak ekonomi Kawasan Timur Indonesia," ujar Paul dalam keteranganya di Jakarta, Selasa 7 Maret 2017.

Dia menambahkan, perusahaan properti PT Pandega Citra Niaga yang mengembangkan kawasan ini akan memperluas bangunan Plaza Balikpapan menjadi 3 mall, yakni fashion mall, trade mall, dan branded mall.

Rencana ini akan mendukung perekonomian di Kawasan Timur Indonesia. Berbagai fasilitas ini akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya ke Kalimantan, khususnya Balikpapan dan mengembangkan perekonomian di daerah itu.

"Sama seperti SCBD Jakarta yang terus berkembang, demikian pula SCBD Borneo Bay City. Berbagai fasilitas baru akan terus berkembang sesuai kebutuhan." pungkas dia.

Sebagaimana dikatakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bahwa Kalimantan masih akan menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia pada  2017 karena pertumbuhannya di atas rata-rata nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia Andi Rukman Karumpa Andi Rukman Karumpa mengatakan pertumbuhan ekonomi di wilayah itu masih ditopang oleh  pertumbuhan sektor konstruksi yang tumbuh di atas 10 hingga 11 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir Kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) oleh Pulau diluar Pulau Jawa masih dipimpin oleh Pulau Sumatera tercatat sebesar 22,37 persen, kemudian disusul Kalimantan tercatat sebesar 7,99 persen, Pulau Sulawesi tercatat sebesar 6,08 persen, dan Bali dan Nusa Tenggara tercatat sebesar 3,10 persen.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan agar pengusaha juga membangun infrastruktur pendukung untuk menunjang pembangunan di daerah. Menurut Presiden, sejumlah infrastruktur pendukung itu antara lain perhotelan dan restoran. Peluang investasi di bidang tersebut terbuka lebar untuk meramaikan pembangunan di daerah-daerah terpencil.