Progres Pembangunan Tol Trans Jawa Hingga Juli 2016

10/08/2016

Tidak berkategori

JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 136,13 kilometer selama tahun 2016.

Angka tersebut merupakan kombinasi dari pekerjaan pemerintah dan swasta. Pemerintah akan membangun 31 kilometer jalan tol, sementara pihak swasta bertanggung jawab terhadap 105,13 kilometer.

Rinciannya, pemerintah akan merealisasikan total 136,13 kilometer jalan tol itu di empat pulau, yakni 5 kilometer di Sumatera, 9,7 kilometer di Kalimantan, 3,5 kilometer di Sulawesi, dan 117,93 kilometer di Jawa.

Jalan Tol Trans Jawa menjadi salah satu proyek infrastruktur yang terus dikebut penyelesaiannya. Sekitar delapan ruas tol dengan panjang total mencapai 498,23 kilometer.

Adapun untuk biaya investasinya mengalami kenaikan. Data BPJT pada Januari 2016 menunjukkan biaya investasi Tol Trans Jawa adalah Rp 40,37 triliun, sedangkan data per Juli 2016 tercatat Rp 50,17 triliun.

Biaya pembebasan tanah yang langsung dibebankan pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pun ikut naik dari sebelumnya Rp 8,29 triliun menjadi Rp 9,87 triliun.

Tak hanya itu, biaya konstruksi Tol Trans Jawa juga melambung menjadi Rp 24,84 triliun per Juli 2016 dari Rp 22,57 triliun saat Januari 2016.

 

1. Ruas Pejagan-Pemalang

Ruas Pejagan-Pemalang dirancang sepanjang 57,50 kilometer, dibagi ke dalam empat seksi. PT Pejagan Pemalang Toll Road merupakan badan usaha yang bertanggung jawab dalam pembangunan ruas tol yang ditargetkan bisa beroperasi pada 2017 itu.

PT Pejagan Pemalang Toll Road mengeluarkan dana sebesar Rp 6,84 triliun untuk investasinya, naik dibandingkan data sebelumnya yang menyebutkan Rp 5,52 triliun.

Sementara untuk pembebasan tanah dan konstruksi, biaya yang diperlukan adalah Rp 253 miliar dan Rp 3,21 triliun.

PT Pejagan Pemalang Toll Road telah menyelesaikan pembangunan seksi I dari Pejagan hingga exit toll Brebes Timur 20 kilometer, sedangkan secara keseluruhan progres konstruksinya masih 36,08 persen.

Lahan yang dibebaskan pun juga mengalami peningkatan dari 42,04 persen pada Januari 2016 menjadi 78,73 persen pada pertengahan tahun 2016.

 

2. Ruas Pemalang-Batang

PT Pemalang Batang Toll Road menjadi BUJT dari ruas tol sepanjang 39,2 kilometer dan akan membangunnya lewat dua seksi.

Total investasi yang dibutuhkan untuk membangun ruas tol ini adalah Rp 4,08 triliun dengan biaya tanah Rp 803 miliar dan biaya konstruksi sebesar Rp 2,27 triliun.

Saat ini pembebasan lahan untuk ruas tol Pemalang-Batang telah mencapai 16,39 persen setelah pada awal tahun baru 1,86 persen.

Sedangkan konstruksinya masih belum menunjukkan peningkatan karena menunggu kesiapan lahan .

Pemerintah menargetkan ruas tol ini bisa beroperasi seluruhnya pada 2018.

 

3. Ruas Batang-Semarang

PT Jasamarga Semarang Batang dipilih menjadi BUJT ruas tol yang akan dibangun sepanjang 75 kilometer ini dan akan terdiri atas lima seksi pembangunan.

Nilai investasinya Rp 11,05 triliun sedangkan untuk pembebasan lahan dan konstruksinya menghabiskan biaya Rp 584 miliar serta Rp 7,66 triliun.

Adapun jumlah lahan yang sudah dibebaskan sampai saat ini adalah 28,39 persen. Sementara itu konstruksinya masih menunggu kesiapan lahan.

Ruas ini ditargetkan bisa penuh beroperasi pada 2018 mendatang.

 

4. Ruas Semarang-Solo

Ruas Semarang-Solo memiliki panjang total 72,64 kilometer dan pembangunannya dibagi ke dalam lima seksi. Seksi III ruas tol ini akan dibangun oleh pemerintah.

Biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan dan konstruksi masing-masing adalah Rp 927 miliar dan Rp 3,11 triliun.

PT Transmarga Jateng dipercaya menjadi BUJT dalam pembangunan ruas tol ini. Investasi yang ditanam senilai Rp 7,30 triliun.

Saat ini progres pembebasan lahan telah mencapai 88,75 persen atau mengalami peningkatan signifikan dari awal tahun yang mencatatkan 64,76 persen.

Untuk konstruksinya sendiri mengalami peningkatan menjadi sebesar 48,05 persen dengan ditambah sudah bisa beroperasi Semarang-Bawen.

Rencananya ruas tol ini akan bisa beroperasi seluruhnya pada 2018.

 

5. Ruas Solo-Ngawi

Ruas berikutnya adalah Tol Solo-Ngawi dengan panjang 90,10 kilometer dan akan dibangun dalam empat seksi.

Seksi I dari Colomadu-Karanganyar sepanjang 20,9 kilometer tengah dibangun pemerintah. Hingga saat ini telah terbangun 92,23 persen dari total panjang tol.

Sementara itu ketiga seksi sisanya akan dibangun oleh PT Solo Ngawi Jaya selaku BUJT.

Progres keseluruhan ruas tol dengan biaya konstruksi Rp 3,2 triliun ini adalah 29,95 persen dengan PT Solo Ngawi Jaya baru membangun 27,62 persen dari total 69,2 kilometer yang menjadi tanggung jawabnya.

Sementara progres pembebasan lahan yang membutuhkan dana Rp 1,778 triliun ini sudah mencapai 96,53 persen.

Untuk merealisasikan tol yang rencananya akan beroperasi pada 2017 ini PT Solo Ngawi Jaya dan pemerintah harus merogoh kocek hingga Rp 5,14 triliun.

 

6. Ruas Ngawi-Kertosono

PT Ngawi Kertosono Jaya menjadi BUJT pembangunan ruas tol sepanjang 87,02 kilometer ini. Pelaksanaan pembangunan akan terdiri dari empat seksi dengan total biaya konstruksi Rp 2,36 triliun.

Dari keempat seksi yang direncanakan, seksi I dan II sepanjang 49,51 kilometer akan dibangun pemerintah dan seksi III serta IV dengan total panjang 37,51 kilometer akan ditangani oleh PT Ngawi Kertosono Jaya.

Sampai saat ini progres keseluruhan tol sudah mencapai 19,02 persen. Untuk pembebasan lahannya, dibutuhkan dana hingga Rp 1,084 triliun.

Progres pembebasan lahannya saat ini sudah mencapai 86,76 persen dan semuanya masih dalam tahap persiapan.

Ruas tol dengan total investasi Rp 3,83 triliun ini direncanakan bisa beroperasi seluruhnya pada 2018.

 

7. Ruas Kertosono-Mojokerto

Ruas tol sepanjang 40,50 kilometer ini akan dibangun dalam empat seksi.

Total biaya konstruksi dan pembebasan lahan yang diperlukan dalam pembangunan ruas tol ini berturut-turut adalah Rp 2,38 triliun dan Rp 485 miliar.

Saat ini 97,59 persen lahan sudah berhasil dibebaskan sementara untuk konstruksinya sendiri sudah mencapai 74,34 persen untuk daerah operasi seksi Bandar-Jombang. Jika sesuai target, ruas tol ini mulai bisa digunakan pada 2017.

BUJT ruas tol Kertosono-Mojokerto, PT Marga Harjaya Infrastruktur harus merogoh koceknya hingga Rp 3,48 triliun untuk merealisasikan pembangunan ruas tol ini.

 

8. Ruas Mojokerto-Surabaya

Ruas tol Mojokerto-Surabaya memiliki panjang 36,27 kilometer dan akan dibangun dalam lima seksi.

BUJT yang menangani proyek ini adalah PT Marga Nujayasumo Agung. Mereka berinvestasi senilai Rp 3,79 triliun.

Biaya pembebasan lahan dan konstruksinya berturut-turut adalah Rp 557 miliar dan 1,83 triliun. Sekitar 91,74 persen lahan sudah dibebaskan untuk mendukung pembangunan ruas tol ini.

Progres konstruksinya sudah mencapai 66,36 persen untuk operasi seksi IA dan seksi IV.

Pembangunan Ruas Tol Mojokerto-Surabaya diperkirakan akan selesai tahun ini. Pasalnya, seksi IA, IB, II, III, dan IV ruas tol ini sepanjang 34,38 kilometer akan dibangun serentak tahun ini sehingga target operasi pada 2017 bisa direalisasikan.