Presiden Kunjungi Proyek Tol Batang - Semarang

11/01/2017

Tidak berkategori

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Pengelolaan Jalan Tol (BBPJT) Herry Trisaputra Juna, meninjau pelaksanaan Pembangunan Proyek Jalan Tol Batang - Semarang, Senin (9/1). Kunjungan Presiden ke proyek ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Presiden ke Pekalongan, Batang, Temanggung, dan Bawen, Jawa Tengah, sejak Sabtu (7/1).
 

Di Proyek Jalan Tol Batang - Semarang, Presiden memastikan bahwa pekerjaan jalan tol ini masih on the right track dan sesiai dengamn schedule yang direncanakan. Bahkan Presiden meyakinkan publik bahwa proyek jalan tol ini bakal dapat dilalui secara fungsional oleh para pemudik lebaran tahun 2017. Ketika pers menyinggung soal hambatan pembebasan lahan, presiden secara tegas menginstruksikan agak pembayaran atas pembebasan lahan yang tersisa dapat diselesaikan segera. "Hari ini akan diselesaikan," tandas Presiden, di Batang, Senin (9/1).

 

Pembayaran yang segera dilakukan hari itu adalah atas sisa ganti rugi lahan proyek Tol Batang-Semarang Seksi I dan II. Sisa lahan yang dibayarkan ganti ruginya sebesar Rp 90 miliar dengan luas 9 hektar.

Adapun desa yang dilunasi  ganti ruginya adalah Desa Ponowareng dan Desa Kandeman. "Hari ini Rp 90 miliar di seksi I dan II Batang ya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di lokasi proyek Tol Batang-Semarang, Batang, Senin (9/1/2017). Dengan pembayaran ini, maka pembebasan tanah untuk Seksi I Batang-Batang Timur dan Seksi II Batang Timur-Weleri tuntas 100%.

Desa Ponowareng seluas 96.284 meter persegi dibayarkan sebesar Rp 36 miliar. Sedangkan, sisanya sebesar Rp 54 miliar dibayar untuk ganti rugi lahan Desa Kandeman.

Seperti diketahui, Jalan Tol Batang-Semarang sendiri secara total memiliki panjang 75 kilometer (km) yang terbagi dalam 5 seksi, yakni:

Seksi I Batang-Batang Timur sepanjang 3,20 km,

Seksi II Batang Timur-Weleri sepanjang 36,35 km,

Seksi III Weleri-Kendal sepanjang 11,05 km,

Seksi IV Kendal-Kaliwungu sepanjang 13,5 km,

Seksi V Kaliwungu-Krapyak sepanjang 10,9 km.

Tol sepanjang 75 km ini dibangun oleh PT Jasa Marga Semarang-Batang, perusahaan patungan antara PT Jasa Marga Tbk dan PT Waskita Toll Road.

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Dirjen Penyedian Perumahan Kempupera Syarif Burhanuddin, melakukan prosesi penutupan atap (topping off) Rumah Susun (Rusun) Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/12). Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi, mengatakan, beberapa ruangan sudah tinggal penyelesaiannya saja.  "Sudah Bagus dan ini tinggal penyelesaiannya saja. Rusun Atlet Asian Games di Kemayoran terdiri dari 10 menara, di Blok D10 ada 7 menara, di Blok C2 ada 3 menara," kata Presiden.

Menara Rusun yang telah dilakukan topping off ini lantai terakhir yakni Blok D10 Menara 1 dan 3 (24 lantai) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya dan Block C2 Menara 1 dan 3 (18 lantai) yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya. Sedangkan menara lainnya akan dilaksanakan topping off bertahap yang direncanakan akhir Februari 2017.  "Saya berharap seluruh bangunan dapat selesai dan bisa digunakan pada September 2017," tegas Presiden.

Presiden Jokowi

Dalam upaya mempercepat penyelesaian Rusun, Menpupera mengatakan, pihaknya telah memerintahkan kepada kontraktor untuk menambah waktu kerja dari dua shift menjadi tiga shift selama tujuh hari dalam sepekan, menambah alat dan material. 

Kawasan blok C2 dan blok D10 di kawasan Kemayoran ini merupakan aset milik negara atas nama Kementerian Sekretariat Negara. Untuk blok C2 akan dibangun 3 tower dengan jumlah total 1.932 unit dan untuk blok D10 akan dibangun 7 tower dengan jumlah total 5.496 unit. Rusun yang dibangun ini memiliki tipe 36 dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat cuci jemur.

Diperkirakan 1 unit rusun akan dihuni 3 orang, sehingga total keseluruhan rusun atlet tersebut akan menampung 22.278 orang penghuni. Pada Blok D10 nantinya akan digunakan sebagai penginapan atlet, sementara di Blok C2 akan digunakan bagi para jurnalis dan official. 

Setalah pelaksanaan Asian Games 2018 selesai, bangunan tersebut akan dimanfaatkan sebagai hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan relokasi warga yang tinggal di permukiman kumuh di Jakarta. 

Pembangunan 10 tower Rusun sudah dimulai sejak bulan Maret 2016 dan ditargetkan selesai pada September 2017. Adapun kontraktor yang ikut melaksanakan pembangunan rusun atlet Kemayoran yakni antara lain Abipraya Indulexco KSO, PT. Waskita Karya (Persero), Adhi Jaya Konstruksi Penta, dan Wika Cakra KSO. 

Rusun atlet ini dibangun dengan biaya sebesar Rp 3,4 triliun dengan rata-rata progres pelaksanaan fisik rata-rata sudah mencapai 44,39 persen.