Konstruksi Metro Kapsul Bandung ditargetkan Mei

21/03/2017

Tidak berkategori

Jakarta - PT PP Tbk (PTPP) optimistis proyek moda transportasi massa light rail transit (LRT) Metro Kapsul Bandung akan segera dimulai. Perusahaan konstruksi pelat merah ini menargetkan pembangunannya bisa dimulai dalam dua bulan ke depan atau sekitar Mei 2017.

Lukman Hidayat, Direktur PTPP mengatakan, saat ini, perusahaan tengah melakukan pembahasan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengenai skema kerja sama dan skema pembiayaan proyek tersebut. "Ini masih proses di wali kota dan kita harapkan dalam dua bulan lagi sudah bisa mulai bangun," kata Lukman, Senin (20/3).

LRT Metro Kapsul Bandung ini merupakan proyek inisiasi PTPP. Perusahaan BUMN tersebut berharap akan menjadi pemilik mayoritas dalam konsesi proyek tersebut. Tidak hanya menginisiasi, proyek Metro Kapsul merupakan proyek moda transportasi yang dikembangkan sendiri oleh perseroan dengan menggandeng PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul, PT Kereta Kapsul Manufaktur, PT Metro Putra Perkasa dan PT Indoraco Sejahtera.

LRT Metro Kapsul Bandung akan dibangun sepanjang 6 kilometer (km) dari Stasiun Bandung hingga Tegalega. Tahap I sepanjang 3 km dari Stasiun Bandung sampai ke Dalem Kaum, dan tahap II akan disambungkan hingga Tegalega dan memutar lagi ke Stasiun Bandung. Nantinya proyek dengan panjang 6 kilometer tersebut bakal melalui enam stasiun.

Nantinya, stasiun-stasiun tersebut rencananya akan ada di Kebonjati, Pasar Baru, Dalem Kaum, dan Tegalega. Lalu dua lagi direncanakan akan dibangun di antara Tegalega dan Pasar Baru, dan Dalem Kaum.

PTPP akan menyiapkan sekitar 10 unit kereta kapsul untuk proyek tersebut yang bisa menampung hingga 40.000 orang setiap hari. Adapun kapasitas setiap kapsul sebanyak 50 orang.

Lukman bilang, pihaknya saat ini masih akan fokus untuk mengembangkan LTR Metro Kapsul di Bandung dan belum melakukan penjajakan pengembangan di wilayah lain. "Kalau ini sukses baru kita bidik ke kota lain," katanya.

Tahun ini, PTPP menyiapkan belanja modal (capex) Rp 21 triliun. Sekitar 34% atau sebesar Rp 7,14 triliun akan dialokasikan untuk berinvestasi di sektor infrastruktur.