Bendungan Baliem Disiapkan

23/01/2017

Tidak berkategori

JAKARTA—Pemerintah tengah memetakan lima hingga enam bendungan yang akan didanai oleh Korea dalam studi dan desainnya dari 39 bendungan yang akan memasuki masa konstruksi.

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso mengungkapkan dari sembilan bendungan yang akan dibangun tahun ini, terdapat Bendungan Baliem di Papua yang telah siap dilakukan desain dan studinya dengan pendanaan dari Korea itu. Dengan demikian, bendungan itu diproyeksikan menjadi yang paling siap dibangun tahun ini. 

Sembilan bendungan yang akan dibangun tahun ini,yaitu Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Way Apu di Maluku, Bendungan Baliem di Papua, Bendungan Lausimeme di Sumatera Utara.

Selanjutnya Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Bendungan Tigadihadjil di Sumatera Selatan, Bendungan Bener di Jawa Tengah, dan Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Tahun ini hanya satu, yang lainnya masih kami petakan. Tapi ini untuk desain saja bukan konstruksinya ya,”katanya akhir pekan ini.

Imam mengatakan sebelumnya, pihaknya juga telah memanfaatkan pinjaman dari China sebesar Rp4,8 triliun untuk pembangunan Waduk Jatigede di Sumedang serta pinjaman dari Korea senilai Rp1,2 triliun untuk konstruksi fisik Waduk Karian di Banten.

 Adapun saat ini kementerian juga tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Tanju dan Mila di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Progres pembangunan untuk bendungan Tanju mencapai 18,5% dan bendungan Mila  30,45%.

Kontrak bendungan tersebut berakhir pada Desember 2018, namun ditargetkan rampung lebih cepat.

"Bendungan Tanju dan Mila akan lebih cepat pekerjaannya karena pembebasan tanahnya lebih cepat, khususnya bendungan Tanju kami usahakan rampung konstruksinya Desember 2017. Bendungan Mila juga akan dipercepat, diharapkan April 2018 sudah selesai,"tutur Imam

Imam mengatakan, setelah pekerjaan konstruksi selesai akan dilaksanakan pengisian air bendungan (impounding)_ yang memakan waktu 6 sampai 12 bulan tergantung dari kondisi hujan.

Diketahui bahwa kontrak kedua bendungan tersebut ditandatangani pada Juni 2015, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara  (NT) - I Ditjen SDA Kementerian PUPR Asdin Julaidy mengatakan nilai kontrak kedua bendungan tersebut adalah Rp 357,16 miliar dengan porsi Bendungan Tanju 30 persen dan bendungan Mila 70 persen.

Bendungan Tanju memiliki volume tampungan sebesar 18,27 juta m³  dan bendungan Mila memiliki volume tampungan sebesar 6,57 juta m³. Kedua bendungan tersebut berfungsi untuk menyuplai kebutuhan air irigasi seluas 3.939 hektar, suplai air baku sebesar 0,05 m³/detik dan pembangkit listrik sebesar 0,5 MW.