Bangun Infrastruktur, Presiden Minta Perusahaan di Daerah Turut Dilibatkan

21/02/2017

Tidak berkategori

JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas untuk segera mensekuritisasi proyek yang sudah dibangun sehingga dapat menghasilkan modal untuk kembali membangun proyek di lokasi yang lain. Dengan demikian, akan terjadi keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur.

“Bangun lagi di tempat lain. Jangan yang sudah jadi dinikmati, dapat mingguan, bulanan. Bukan itu tugasnya. Tugasnya itu adalah membangun infrastruktur sebanyak-banyaknya di seluruh Tanah Air,” ucap Presiden.

Selain itu, perusahaan-perusahaan di daerah diminta Jokowi dilibatkan dalam proyek pembangunan infrastruktur.  “Libatkan kontraktor-kontraktor kecil yang ada di daerah, libatkan UKM-UKM yang ada di daerah agar mereka mendapatkan kue-kue ekonomi, sehingga, kembali lagi saya sampaikan, pemerataan itu harus terjadi,’’ tegas Presiden.

Selanjutnya, Presiden berharap agar model pembiayaan seperti ini dapat terus diimplementasikan. Bukan hanya proyek jalan tol, melainkan ke sektor lainnya seperti pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, dan sektor energi.

“Karena saya  lihat sekarang seperti di Umbulan, tidak tahu berapa tahun berhenti. Sekarang sudah bisa jalan dengan model PPP. Saya kira hal-hal seperti ini yang harus dicarikan jalan terobosan,  di luar pakem-pakem yang rutinitas, sering kita jalani, kita nikmati. Sekali lagi kita harus keluar dari  zona nyaman itu,” ucapnya.

Bappenas sendiri sudah menetapkan Daftar Rencana Proyek KPBU Tahun 2017 dan dibagikan kepada para Menteri Kabinet Kerja. Buku ini diterbitkan dalam rangka mendorong peran Badan Usaha dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“Setiap K/L terkait harus terus bersinergi dalam memanfaatkan skema pendanaan, KPBU.  Ini akan saya ikuti terus, saya akan pantau terus, dan saya akan evaluasi terus sehingga bisa kita perbaiki,” kata Presiden mengakhiri sambutannya.