Bakauheni-Palembang Hanya 4 Jam Lewat Tol Trans Sumatera

26/08/2019

Highway

Jakarta – Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi fokus pemerintah dalam 5 tahun terakhir. Hal ini bukan tanpa sebab, pembangunan infrastruktur ditujukan sebagai peningkatan dan pemerataan di berbagai daerah serta meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan di berbagai daerah. Salah satu pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian pemerintah adalah pembangunan jalan tol di Sumatera.

Tol Trans Sumatera kini telah mulai menunjukan hasil yang positif, selain itu pembangunan ruas Tol Trans Sumatera ini dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar dalam menciptakan pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan daya saing kawasan-kawasan sekitar tol.

Selain hal tersebut, nantinya jika ruas tol Bakauheni-Palembang terhubung dan mulai digunakan maka waktu tempuh perjalanan hanya akan menjadi 4 jam. Waktu tempuh tersebut untuk kondisi tol yang saat ini masih ada beberapa ruas tol belum sepenuhnya beroperasi.

Dalam waktu dekat ini, salah satu ruas penghubung antara Bakauheni-Palembang akan kembali diresmikan dan mulai beroperasi yakni ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang dengan panjang sekitar 112 km serta akan dinobatkan menjadi ruas tol terpanjang di Indonesia saat ini.

Kepala Cabang Hutama Karya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Hanung Hanindito menyampaikan setelah dilakukan peresmian oleh Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2019 lalu, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar ini sangat diminati oleh masyarakat.

"Kendati pun saat sudah bertarif sejak 17 mei 2019, antusiasme masyarakat tak juga surut. Kami mencatat Lalu lintas Harian Rata-rata (LH) yang melintasi tol ini sekitar 9.000 kendaran," ungkap Hanung

Hanung menambahkan, angka ini merupakan 52 persen dari total target LHR yang ditetapkan. Umumnya, masyarakat pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Besar merasakan efisiensi waktu dan tenaga saat menggunakan jalan berbayar ini.

"Waktu tempuh yang terpangkas bisa nyaris separuhnya lebih cepat dibanding menggunakan jalur reguler," imbuh Hanung.

PT Hutama Karya mendapat penugasan dari Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor Nomor 117 Tahun 2015, untuk membangun 2.770 kilometer Jalan Tol Trans Sumatera dengan prioritas 8 ruas pertama hingga tahun 2019 sepanjang 650 kilometer.