Pemerintah Siapkan Bangun Bendungan di Ibu Kota Baru

Penajam Paser Utara - Pemerintah telah memasang rencana pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Bendungan yang diperkirakan akan menelan Rp 700-800 miliar ini bakal dimulai pada tahun 2020 nanti.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Nicko Herlambang mengatakan pembebasan lahan bendungan di calon ibu kota dilakukan tahun depan. Sebelum memulai pembebasan lahan, dibentuk tim persiapan yang terdiri dari Pemerintah Provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Pemkab PPU yang bertujuan melakukan penetapan lokasi oleh Gubernur yang akan digunakan sebagai dasar penetapan areal yang akan dibebaskan. Tim yang dibentuk tahun ini bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang areanya terdampak pembangunan bendungan.

"Total anggaran itu mungkin di bawah Rp 1 triliun sekitar Rp 700-800 miliar. Kalau skema mulai 2020 tuh sudah mulai pembebasan lahan," ujar Nicko

Total area bendungan diperkirakan seluas 365 hektare (ha) dengan bangunan bendung utama 80 ha. Pembangunan bendungan ini didanai APBN mulai dari pembebasan lahan hingga konstruksi. Bendungan ini nantinya menjadi sumber air baku bagi masyarakat Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan, serta tentunya ibukota negara yang baru. Pembangunan konstruksinya sendiri diperkirakan selesai 2022 dan dilanjutkan dengan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM).

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan selain Bendungan Sepaku akan ada lagi bendungan berkapasitas lebih besar yang akan dibangun di sana.

"Sepaku Semoi ada di daftar bendungan yang akan dibangun, justru yang tidak ada itu yang sudah kami temukan lagi," Kata Menteri Basuki

Menurutnya, bendungan dengan kapasitas tampung yang besar ini mampu menyuplai kebutuhan air untuk ibu kota baru apalagi ditambahkan dengan bendungan Sepaku yang akan dibangun juga. Pembangunan bendungan di wilayah Kecamatan Sepaku dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama, badan wilayah sungai Kementerian PUPR mengalokasikan dana lebih kurang Rp130 miliar untuk lahan dan konstruksi bendungan.

Kemudian pembangunan Bendungan Sepaku tahap kedua dilaksanakan pada 2021. Anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan lebih kurang Rp270 miliar dan Rp150 miliar untuk konstruksi serta tahap ketiga, pembangunan bendungan dilaksanakan pada 2022 dengan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk konstruksi.