Dua Periode Dedi Mulyadi, Fokus Bangun Manusia dan Infrastruktur Purwakarta

16/05/2017

Tidak berkategori

Purwakarta - Dua periode, kepemimpinan Dedi Mulyadi membangun Purwakarta. Sejak terpilih sebagai Bupati Purwakarta pada periode 2008-2013 dan 2013-2018, ia memiliki fokus program kinerja pada pelayanan dasar masyarakat dan pembangunan infrastruktur.

Dibuktikan dengan kebijakan APBD Purwakarta, memprioritaskan pembangunan infrastruktur berupa jalan kabupaten, jalan lingkungan hingga jembatan. Hal itu ia lakukan selama kurun waktu sembilan tahun terakhir sejak 2008.

Selanjutnya Dedi Mulyadi akan melepas jabatan sebagai Bupati Purwakarta pada tahun 2018 mendatang. Hampir genap dasa warsa, Kang Dedi berkarya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta Budi Supriadi menjelaskan, pada tahun 2008, anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Purwakarta mencapai Rp100 miliar. Jumlah ini sangat kontras dengan nilai anggaran di tahun sebelumnya yang hanya Rp22 miliar saja.

"Lonjakannya luar biasa, Kang Dedi sangat fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, pada awal tahun beliau memimpin langsung menganggarkan Rp100 miliar, sebelumnya Rp25 miliar itu sudah paling besar, tahun 2007 kita di angka Rp22 miliar," jelas Budi di kantornya Kompleks Perkantoran Purnawarman, Selasa (16/5/2017).

Angka Rp100 miliar tersebut menurut Budi hanya merupakan angka minimal. Di tahun anggaran selanjutnya, Dedi terus menggeber pembangunan jalan di Purwakarta dengan cara menambah anggaran secara periodik.

"Alih-alih turun, justru malah naik setiap tahun. Untuk Sukasari misalnya, itu angka Rp97 miliar untuk membuka akses kecamatan itu saja yang lama terisolir, itu APBD murni punya Purwakarta. Kemudian merambah ke wilayah perbatasan seperti Jembatan Cihambulu di Subang, itu sudah selesai," katanya.

Alhasil, melalui pengaturan kebijakan anggaran yang berfokus kepada bidang infrastruktur, Kabupaten Purwakarta hingga hari ini telah membelanjakan anggaran sebesar Rp1 triliun yang membuat kualitas jalan di Purwakarta menjadi mantap sebanyak 90 persen lebih.

"Awalnya saya tidak percaya ini akan berhasil, ternyata berhasil. Bisa dibuktikan, hari ini ruas jalan kabupaten bertambah, kemantapannya mencapai 90 persen lebih. Luar biasa," pungkas Budi.

Sebagaimana diketahui, Purwakarta membuka akses jalan menuju Kecamatan Sukasari, sebuah daerah yang terisolir selama kurang lebih 50 tahun lamanya akibat pembangunan Waduk Jatiluhur. Masyarakat sekitar, selama ini mengandalkan transportasi air yang kurang maksimal untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Tak hanya itu, jalur lingkar timur Purwakarta yang menghubungkan wilayah di Kecamatan Bungursari, Campaka, Wanayasa, hingga Bojong dan Darangdan pun turut pula dibangun. Target pada akhir tahun 2017 ini, seluruh pembangunan tersebut dapat selesai dengan baik.