Dibangun 2021, Tol Semarang Harbour Akan Terhubung Tanggul Laut

04/05/2020

Highway

Jakarta – Rencana pembangunan Tol Semarang Harbour dipastikan bakal terintegrasi dengan tanggul laut dan polder di pantai utara Kota Semarang, hal ini seperti yang disampaikan oleh Direktur Pelaksana Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Reni Ahiatini.

"Yang agak berbeda dari proyek ini adalah nantinya merupakan integrasi dari pembangunan jalan tol, pembangunan tanggul laut, dan polder,"jelas Reni

Rencana pembangunan Tol Semarang Harbour ini merupakan bagian dari enam proyek infrastruktur strategis yang ditawarkan oleh Kementerian PUPR kepada investor. Rencanannya jalan tol ini akan memiliki panjang 21,03 km dengan total biaya investasi sebesar Rp 12,5 triliun.

Integrasi dari Tol Semarang Harbour dengan beberapa infrastruktur ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah kemaceran serta mendorong mobilisasi logistrik untuk pertumbuhan ekonomi lanjutan. Selain itu proyek ini juga sebagai cara untuk mengatasi abrasi banjir dan juga sebagai pemenuhan kebutuhan air bersih khususnya untuk masyarakat Kota Semarang.

Reni menambahkan untuk nantinya investor yang akan menggarap proyek tersebut akan bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) Kota Semarang. Tol Semarang Harbour sendiri merupakan bagian dari ide proyek yang diprakarsai PT Sumber Mitra Jaya dan PT Waskita Toll Road, targetnya pembangunan konstruksi jalan tol ini akan dimulai pada 2021 dan akan memakan waktu pengerjaan selama 2 tahun.

"Nantinya badan usaha diharapkan akan bekerja sama dengan pemerintah kota, karena pembangunan polder nanti akan ada kontribusi dari Pemerintah Kota Semarang," ujar dia.

Selain proyek Tol Semarang Harbour, Kementerian PUPR juga telah melelang lima proyek lainnya yang ditawarkan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yakni Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 32,39 km dengan biaya investasi sebesar Rp 15,53 triliun, pembangunan jalan tol Cikunir-Ulujami 21,5 km dengan investasi sebesar Rp 21,57 triliun. Selanjutnya ada Jalan Tol Akses Patimban sejauh 37,7 km yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 7,53 triliun.

Kemudian ada pembangunan jalan Tol Sentul Selatan-Karawang sejauh 61,5 km dengan investasi sebesar Rp 15,38 triliun serta pembangunan Jembatan Batam-Bintan sepanjang 14,757 km dengan total nilai investasi mencapai Rp 8,78 triliun.

Sumber: sispro.co.id