Pembangunan Hampir Rampung, Bendungan Raknamo Siap Atasi Kekeringan Di NTT

29/11/2017

Admin

Agenda PUPR

Kupang – Pembagunan Bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ini sudah mencapai progres 98,05%. Pencapaian ini lebih cepat dari target yang ditetapkan sebesar 52,92%, hal ini dikarenakan adanya dukungan pembebasan lahan oleh Perum Perhutani, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang dan juga pemuka masyarakat setempat.

“Progres ini akan saya laporkan kepada Presiden, dan bila disetujui akan dilakukan impounding oleh Presiden Jokowi pada 20 Desember 2017 bertepatan dengan HUT Provinsi NTT,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki juga menjelaskan mengenai pembangunan Bendungan Raknamo ini, bahwa tidak adanya pembebasan lahan yang menjadi kendala dalam pembangunan.

“Jalan masuk menuju Bendungan Raknamo tidak ada pembebasan lahan. Tanah diserahkan oleh masyarakat secara gratis dan kami hanya memindahkan beberapa kuburan milik warga,” jelas Menteri Basuki.

Selain untuk melakukan pengecekan pada progres pembangunan Bendungan Raknamo ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono juga mengikuti acara Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) tahun 2017 ini dengan melakukan penanaman pohon di sekitar Bendungan Raknamo, aksi penanaman pohon ini juga dilakukan serentak di 34 provinsi. Disamping itu, aksi penanaman pohon ini merupakan bagian dari mengisi peringatan Hari Bakti PU ke-72 pada 3 Desember nanti, serta sebagai dukungan pada Hari Penanaman Pohon Indonesia.

Secara keseluruhan jumlah pohon yang ditanam di berbagai lokasi sungai, danau, embung, dan waduk seluruh Indonesia ini adalah sebanyak 67.000 pohon dari berbagai jenis pohon produktif. Penghijauan dan pembangunan sarana tampungan air berupa bendungan dan embung sangat penting mengatasi krisis air yang sering dialami masyarakat di NTT akibat musim kemarau panjang nantinya.

“Kendala yang harus diatasi NTT jika ingin maju adalah ketersediaan air. Oleh karena itu Presiden Joko Widodo memerintahkan Kementerian PUPR untuk membangun banyak tampungan-tampungan air mulai dari embung hingga bendungan besar. Bendungan besar sangat diperlukan di NTT saat kemarau, sementara embung-embung akan kering bila terjadi cuaca panas ekstrim,” jelas Menteri Basuki.

Basuki juga menambahkan bahwa pembangunan bendungan ini selain untuk memenuhi kebutuhan air baku, namun secara tidak langsung juga sebagai pendorong dari pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

“Salah satunya rumah operasi pemeliharaan bendungan, kita bangun dengan unsur budaya lokasi sehingga lebih artistic dan bisa dijadikan sebagai destinasi wisata baru yang dilengkapi dengan sarana wisata air,” kata Menteri Basuki.

Sumber: pu.go.id