Pembangunan Gencar, Peluang Badan Usaha Konstruksi Terbuka Lebar

Bogor - Peluang badan usaha konstruksi nasional untuk naik kelas semakin terbuka lebar. Terlebih, saat ini pemerintah semakin gencar menggulirkan program pembangunan infrastruktur.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rido Matari Ichwan saat paparan “Perencanaan Pembangunan Infrastruktur PUPR Jangka Menengah dan Jangka Panjang Nasional”  dalam Rapat Kerja Pembahasan Rencana Strategis PT Wijaya Karya Beton Tbk 2018-2022 di Bogor, Senin (9/10).

Menurutnya, pemerintah senantiasa mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta untuk dapat berpartisipasi dan lebih maju dengan kualitasnya, sehingga kebutuhan konstruksi domestic akan dapat dipenuhi seutuhnya dari industri konstruksi nasional.

Ia menjelaskan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 pengembangan infrastuktur diarahkan untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis pada Sumber Daya  Alam (SDA) yang tersedia, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta kemampuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

Dalam mendukung hal tersebut, lanjutnya, salah satunya Kementerian PUPR dalam melaksanakan pengembangan infrastruktur menerapkan pola strategi yang berbasis kewilayahan atau Wilayah Pengembangan Strategis (WPS). Seluruh wilayah yang ada di Indonesia semuanya telah terkelompokan dalam 35 WPS.

Pada setiap WPS tersebut, ungkap Rido, BPIW Kementerian PUPR telah menyusun Masterplan dan Development Plan (MPDP) sebagai arah pengembangan infrastruktur PUPR dalam rangka menciptakan keseimbangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam WPS tersebut ada sejumlah tema kawasan, seperti kawasan industri (KI), kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan kota metropolitan, kawasan kota baru public, kawasan agrokultural dan lainnya.

“BPIW juga menyusun MPDP untuk pengembangan infrastruktur PUPR yang terpadu. Adapun teknis perencanaan detail dan fisik pembangunan dilaksanakan oleh seluruh unit organisasi teknis terkait di Kementerian PUPR (Dirjen Bina Marga, Dirjen Cipta Karya, Dirjen Penyediaan Perumahan serta Dirjen Sumber Daya Air-red),” papar Rido.

Lebih lanjut Rido mengungkapkan, saat ini ada sejumlah peluang investasi infrastruktur yang dapat disasar BUMN konstruksi maupun swasta nasional yang bergerak di bidang kontruksi untuk dapat berperan dan melakukan investasi. “Kesempatan itu ada pada proyek konstruksi bendungan, seperti  proyek konstruksi bendungan multifungsi Pelosika di WPS Mamuju-Makale Palopo-Kendari-Bau Bau-Wangi Wangi, proyek konstruksi bendungan Rokan Kiri di WPS Medan-Tebing Tinggi-Dumai Pekanbaru,” terang Rido mencontohkan.

Selain itu, proyek konstruksi bendungan Matenggeng di WPS Tanjung Lesung-Sukabumi-Pangandaran-Cilacap, proyek konstruksi bendungan Jragung di WPS SemarangSurabaya. “Adapun proyek jalan tol ada untuk ruas Semarang-Solo, ruas Solo-Ngawi, ruas Ngawi-Kertosono, ruas Balikpapan-Samarinda, ruas Manado-Bitung, ruas Serang-Panimbang,” katanya.

Ada juga ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan, ruas Semarang-Demak, ruas Probolinggo-Banyuwangi, ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang Kayu Agung. “Kemudian ruas jalan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat  dan ruas Samarinda-Bontang,” jelasnya.

Sedangkan untuk Program Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), ada untuk SPAM Bandar Lampung, SPAM Semarang Barat, SPAM Jatiluhur II, SPAM Pondok Gede, SPAM Kota Pekanbaru, SPAM Pekankampar,  SPAM Tebasabo dan SPAM Tukad Unda.

“Kemudian untuk SPAM regional, ada SPAM Keburejo, SPAM Petanglong, SPAM Kartamantul, SPAM Mojolamong, SPAM Mebidang, SPAM Durolis, SPAM Benteng Kobema , SPAM Wasusokas, SPAM Aceh Utara dan Lhokseumawe serta SPAM Payakumbuh dan Limapuluh Kota,” terangnya.

Selain itu, ada juga SPAM Jati Gede, SPAM Cimahi dan Bandung Barat, SPAM Semarsalat, SPAM Dadimuria, SPAM Mamminasata, SPAM Burana , SPAM Sorong serta SPAM Bimatara.

Sementara itu, Kasubdit Transpotasi Udara, Direktorat Transportasi Bappenas, Ahmad Zainudin mengatakan, saat ini banyak juga peluang infrasturkur di sektor tranpotasi. “Baik untuk pelabuhan, bandara serta transportasi massa,” terangnya.

Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya mewujudkan konektivitas. “Salah satunya yang dikenal tol laut. Untuk sektor ini terbuka peluang untuk BUMN dan badan usaha melakukan investasi,” terangnya.

Sumber: pu.go.id